Cabe Rawit (Blogdrive: June 25, 2004)

June 20th, 2006 by miko-soeganda

Banyak orang yang mnganalogikan cinta dengan hal lain. Ada yang bilang cinta itu ibarat kupu-kupu. Ada juga yang bilang cinta itu seperti musim semi. Kalo gw bilang, cinta itu seperti cabe rawit (ini adalah pemahaman gue tentang cinta beberapa bulan yang lalu…waktu gw lagi gundah gulana kata si yuk Nah).

Cinta itu seperti cabe rawit, yang bikin makanan jadi makin nikmat dikunyah dan pengen nambah . Tapi ada kalanya juga gara-gara cabe rawit, perut kita jadi mules dan berak-berak. Akibatnya, untuk sementara waktu kapok makan cabe rawit.

Seperti halnya dengan gw yang pengen merasakan cinta. Cinta yang putih. Terlalu tinggikah harapan gw? Pernah ada seorang sahabat bilang ke gw: "Bangun, bego! Jangan pernah jadi pungguk yang merindukan bulan. Hari gini mengharapkan cinta putih. Di Jakarta pula. Orang-orang hanya ingin bersukaria, dan di saat lo mabuk olehnya dia akan meninggalkan kamu untuk menangis darah sambil menggaruk-garuk aspal!!

Najis!!!! Begitu rendahnya kah nilai dari sebuah cinta?? Cinta yang tidak lebih dari sekedar perkelaminan belaka.

Ada pula seorang sahabat berkata: " Gw gak butuh cinta. Gw udah biasa untuk hidup sendiri dan berteman sepi. Dan gw lebih nyaman karenanya."
Sebuah ego defense yang bagus. Tapi dalam hati gw bilang: "Kasian deh lo!"
Gw ngerti dan sadar seratus persen bahwa hidup ini penuh dengan pilihan. Gw juga tahu bahwa setiap orang berhak untuk memilih yang terbaik buat hidupnya karena cuma dia yang tahu tentang hidupnya. Oleh karena itu gw akan memilih bentuk cinta yang gw mau.

cabe rawit…..oh…..cabe rawit……….mules deh gw……….

Obral…obral….obral (Blogdrive: June 24, 2004)

June 20th, 2006 by miko-soeganda
Hari ini gw interview 2 kandidat yang baru aja lulus n belom diwisuda alias fresh graduate yang bener-bener ijo. Lulusan institut swasta yang lumayan bagus tapi IP n Bahasa Inggris-nya pas-pasan. Begitu ngedenger salary expectation-nya, alamak……Angka yang layak diajukan oleh seseorang yang sudah berpengalaman kerja 5 tahun di perusahaan besar. Gw shock dengan kepolosan mereka (atau arogansi mahasiswa yang baru menetas dari universitas?). Kalo dipikir-pikir, sebenarnya sah-sah aja mereka punya ekspektasi yang tinggi. Cuma……ngaca dulu dong……apa sih competitive advantage yang dimiliki koq sampe nekat set harga tinggi. Udah gitu berprinsip lebih baik gak kerja daripada kerja tapi bayaran kecil. Helloooo……Di Indonesia, angka pengangguran terbuka dah cukup bikin hati miris. Padahal…kalo kita inget ama hukum permintaan: semakin banyak supply dan semakin sedikit permintaan, harga bisa drop banget.
Anyway, silahkan aja sih pasang harga tinggi, tapi enam bulan lagi pasti udah
obral…..obral…..obral

Pesemistik atau Re-press Anxiety (Blogdrive: June 23, 2004)

June 20th, 2006 by miko-soeganda

Beberapa kali gw mimpi buruk or gak menyenangkan. Biasanya mimpi-mimpi itu mengenai seseorang yang dekat dengan gw atau tentang gw sendiri (ya iyalah…..masa’ mau mimpiin orang yang gak gw kenal). Dari sekian banyaknya mimpi buruk itu, yang terjadi di dunia nyata justru kebalilkan dari mimpi gw.

Yang bisa gw simpulkan dari hal ini adalah mimpi buruk itu adalah kecemasan-kecemasan atau rasa takut yang di-repress oleh alam bawah sadar gw. Tapi ada satu pertanyaan lagi yang muncul di benak gw. Apakah mimpi-mimpi ini merupakan refleksi karakter gw? Karakter manusia yang pesimistik. Ouch….. gw seperti digampar pake bakiak kalo ternyata gw orangnya pesimistik.

Emang sih, gw bukan orang yang terlalu berani mengambil resiko alias lebih baik menghindari konflik frontal. Sangat bertolak belakang (atau justru berhubungan???) dengan karakter gw yang lain: perfeksionis dan ambisius.

Bicara tentang pesimis dan optimis, gw optimis kalo sales achievement bulan ini bisa nutup sales target gw sampe bulan depan. Tapi gw pesimis bisa berhenti ngerokok. Gw menjadi lebih relaks sewaktu gw lagi tegang ngurusin kerjaan trus gw curi waktu 5 menit buat ngerokok. Sebenarnya yang bikin relaks itu rokoknya atau curi break 5 menitnya?

Banci Tampil

June 20th, 2006 by miko-soeganda

Butterfly_with_moustache Gak tau kenapa gw pengen mindahin tulisan-tulisan yang pernah gw upload di blogdrive ke blog friendster. Apakah karena gw merasa lebih enak punya satu blog yang bisa gw upload sembari browsing friendster? Atau karena waktu gw bandingin tulisan di blogdrive dengan yang gw uplolad di friendster ternyata….kualitas tulisan gw menurun (secara beberapa minggu lalu novel gw dikomentarin membosankan  ama Mr. X, si penulis kondang, yang ujung-ujungnya menolak untuk jadi editor novel gw)? Atau karena apa?

Mungkin karena lebih praktis. Mungkin supaya gw bisa upload tulisan yang "lebih bagus" lagi karena ada tulisan pembanding yang setiap saat bisa gw lihat. Mungkin juga karena gw pengen pamerin tulisan yang pernah gw tulis sebelumnya.

Huh! Dasar banci tampil!!!

‘Til I’ll See You Again

June 16th, 2006 by miko-soeganda

Time has come, what’s done is done

It’s time to move on…

To another place, to another space

Maybe circling some other sun

Don’t ask why, don’t ask how

Still can’t explain

Just say goodbye, goodbye for now

‘Til I’ll see you again

In the sunlight, that’s where I’ll be

In the moonlight, close your eyes, you’ll see me

In the sunlight, in the twilight

I’ll be the morning and the evening star

I’ll be with you, wherever you are

Life is strange, such joy and pain

With the betrayal of a kiss

It may be meant to be, maybe destiny

That’s leads us down a path like this…

Drawning

June 16th, 2006 by miko-soeganda

Saat gw tersenyum, bukan berarti hati gw tidak menangis

Saat gw tampak tegar, bukan berarti diri ini tidak menjadi serpihan

Saat gw menutup hati, bukan berarti jiwa ini tidak menginginkan dirinya

I know I hold the key but somehow I can’t find it

What I could do just crawling and keep searching

Numb……….

Suddenly, I realized

I am drawning

Tidurlah, adikku tersayang

April 13th, 2006 by miko-soeganda

Simongarden0 Tuhan memang selalu melakukan segala sesuatu dengan caranya yang misterius. Tidak pernah ada yang bisa tahu secara pasti apa yang akan terjadi di masa mendatang, bahkan untuk satu detik ke depan. Kita hanya bisa mengira-ngira. Kita hanya dapat menduga-duga.

Simon, adikku tersayang.

Kalau kamu melihat semuanya dari atas sana, sangatlah jelas bahwa semua orang menyayangi kamu. Dari seluruh penjuru, sahabat dan kerabat datang untuk mengantar dirimu ke peristirahatan terakhir. Semuanya terkejut. Semuanya berduka. Semuanya menangis.

Tidurlah yang nyenyak adikku tersayang…….

Ludah Itu Terasa Pahit

March 20th, 2006 by miko-soeganda

Membuat sebuah keputusan memerlukan keberanian. Keberanian untuk menjalani keputusan itu dengan penuh komitmen. Keberanian untuk menanggung segala resiko yang mungkin terjadi.

Namun menjilat ludah yang sudah dibuang pun perlu keberanian yang luar biasa. Mengenyahkan harga diri. Menebalkan muka.

Ludah itu terasa pahit. Sangat pahit.

Mulut Yang Diare

February 26th, 2006 by miko-soeganda

Mulut kita adalah harimau kita. Segala sesuatu yang terucapkan dari mulut bisa berbalik menyerang diri kita sendiri.

Mungkin mulut bisa disamakan dengan anus. Ketika perasaan terserang virus kekecewaan, bagai perut yang terserang amuba, meluncurlah semua. Tidak terkontrol. Layaknya anus yang tidak dapat menahan mencret!

Untuk kesekian kalinya gw gak bisa menutup mulut. Berkoar-koar. Berkaok-kaok. Macam burung gagak yang menganggap dirinya adalah burung kutilang bersuara merdu. Apakah hanya sekedar mencari sebuah pengakuan dari orang lain? Ataukah perwujudan dari kegilaan sesaat karena kemarahan yang terpendam?

Sekarang gw kudu siap untuk menerima cemoohan atas mencret yang gak bisa gw tahan. Big mouth! Tong kosong nyaring bunyinya! Air beriak tanda tak dalam!

Iya deh….gw terima….

Rasain!

Surat buat Bapak dan Ibu

February 26th, 2006 by miko-soeganda

Tuhan memang tidak akan pernah memberikan cobaan kepada kita kalau kita tidak sanggup menghadapinya. Satu cobaan dapat dihadapi dengan kepala tegak, cobaan lain yang lebih berat diberikan. Akankah kepala tersebut akan tetap terus tegak? Tetapi ketika kepala mulai lelah dan lunglai, akankah cobaan itu berakhir?

Ketika gw baru saja berdamai dengan hati gw sendiri, gw menghadapi masalah yang begitu besar.  Semua impian dan rencana yang dibuat hancur sudah. Gw merasa menjadi orang yang paling bodoh di dunia karena gw gak mempersiapkan rencana yang lain. Gw gak pernah setakut ini. But show must go on. Tidak ada waktu untuk menyesali bahkan menangisi. Yang harus gw lakukan adalah mengumpulkan serpihan-serpihan yang tersisa dan tetap bertarung. Ada ataupun tidaknya dukungan, gw harus tetap berjalan dan mempertahankan kepala gw untuk tetap tegak.

Bapak dan Ibu, kalian tidaklah salah namun tidak semuanya benar. Saya tahu bahwa kalian menginginkan yang terbaik untuk saya. Kalian hanya ingin menjaga agar saya tidak terluka pada saat jatuh. Namun, bagaimana saya dapat berdiri di atas kaki saya sendiri dan mampu berjalan apabila saya selalu dipegangi dan dituntun? Saya tahu bahwa saya mengambil keputusan terlalu cepat, dan maafkan saya untuk itu. Saya hanya mengharapkan doa dan restu dari kalian. Tidak ada yang lain. Cepat atau lambat, saya buktikan bahwa saya pun benar dan tetap menjadi kebanggaan kalian.