Tamparan Sepotong Sayap Ayam (Blogdrive: March 2005)

Beberapa
hari yang lalu gw janjian dengan teman lama untuk ketemuan sepulang
kerja. Berhubung meeting point yang paling gampang di-akses adalah
Sarinah Thamrin, kita sepakat untuk ketemu di sana. Sepanjang
perjalanan 500 meter, gw merutuki kenaikan gaji yang gw terima menyusul
kenaikan BBM dan juga barang-barang lainnya yang ikutan latah. Gaji
yang gw terima sebenarnya di bawah market untuk seseorang yang memiliki
kaliber seperti gw. Gw mikir-mikir, kapan gw bisa ganti handphone gw
yang udah mulai lemot dan sering error? Kapan gw bisa jalan-jalan ke
Thailand or Hong Kong barengan temen-temen gw? Gw semakin
bersungut-sungut jadinya.



Sesampainya di Sarinah, gw mutusin untuk makan duluan secara temen gw
bilang dia stuck di Kebun Jeruk dan perut gw dah gak bisa kompromi. Gw
mutusin untuk ke KFC. Pada saat gw antri, di depan gw ada dua bocah
umur sembilan tahunan yang ikutan antri. Bukan anak-anak seperti
kebanyakan orang. Pakaiannya kumal dan kaki telanjangnya dekil terkena
debu jalanan. Mereka sedang menimbang-nimbang paket hemat apa yang
hendak dibeli. Dan mereka memutuskan untuk membeli Paket Super Panas. 1
nasi, 1 potong sayap ayam, dan satu gelas kecil minuman cola seharga
7800 rupiah. Harga sebungkus rokok kesukaan gw. Salah seorang bocah
mengeluarkan segenggam uang recehan dan ditumpahkannya di depan cash
register. Dengan pelan-pelan dihitungnya uang logam itu satu demi satu.
Uangnya hanya ada 7300 rupiah!!! Gw menimbang-nimbang untuk membayarkan
makan malam itu atau tidak, sementara si bocah sibuk mencari-cari di
tas kecil yang disandangnya. Senyum lebar menghiasi wajah ketika ia
menemukan uang lima ratusan yang terselip di dalamnya. Mereka berdua
berjalan beriringan menuju meja di dekat counter dan bersiap-siap untuk
menikmati makan malam mewah mereka. Sepotong sayap ayam dan sebongkah
nasi!

Giliran gw untuk memesan. Gw memesan 2 potong ayam, 1 nasi, 1 sup,
1 perkedel, 1 gelas besar minuman cola, dan 1 puding.
Nyam..nyam….enak sekali. Pada saat makanan sudah siap dan gw harus
membayarnya, salah seorang bocah tadi kembali lagi ke counter untuk
meminta tambahan saus sambal dan tomat. Dia memandang makanan yang gw
pesan dengan tatapan yang gw gak bisa artikan.

Tiba-tiba gw merasa perut gw penuh. Gw gak selapar tadi.

"Makan berdua?" tanya gw

Si bocah mengangguk.

Gw ambil sepotong ayam dan nasi yang sedianya akan gw makan dan gw berikan kepada si bocah.

"Terima kasih, om." lirih suara si bocah. Entah malu atau apa. Tapi
suara lirih itu seperti tamparan keras dari tangan tak berwujud kepada
gw.

Gw cuma menganggukkan kepala gw sambil memaksakan diri untuk tersenyum karena gw takut emosi gw tumpah.

Di meja gw tercenung. Memang gw gak semampu temen-temen gw yang
bisa gonta ganti handphone begitu model baru diluncurkan atau berlibur
ke tempat-tempat menyenangkan kapanpun dimaui. Tapi gw punya pekerjaan
dengan gaji yang memungkinkan gw untuk makan di KFC setiap hari tanpa
harus mengumpulkan keping demi keping uang recehan dlaam satu hari.
Bahkan gw bisa minta bantuan ke ortu or kakak gw kalau gw kehabisan
uang gara-gara gaji habis untuk membiayai kenakalan gw. Gw malu karena
gw udah melupakan bahwa masih banyak yang jauh di bawah gw. Masih
banyak di luar sana yang harus berjuang bahkan berdarah untuk nominal
yang tidak seberapa untuk ukuran kita. Betapa gw sudah menjadi kufur
nikmat. Gw malu.

Dalam diam gw mulai makan. Gw nikmati setiap kunyahan makanan. Gw
syukuri setiap detik kesempatan yang diberikan untuk dapat hidup
berkecukupan.

Terima kasih Tuhan………

4 Responses to “Tamparan Sepotong Sayap Ayam (Blogdrive: March 2005)”

  1. 'Jeff Says:

    that’s a very lovely story, Miko. Kadang kita tidak menghargai apa yang kita punya sampai itu hilang dari hadapan kita.
    Btw, gw salut dgn anak itu, mereka bekerja keras untuk membeli ‘kemewahan’ itu, bukan mengemis. :)

  2. MaYa Says:

    Miko, aku mampir blog-nya kamu…

    aku sedih, nangis bacanya…
    apa yang kamu lakukan, itu yang terbaik…

  3. 'Andy Laver Says:

    dude..this is a very nice posting, thanks for sharing the story. you’re right..more than too many times we take things for granted while what we really should do is to give thanks and rejoice the blessings. Have a nice weekend, buddy!

  4. tranquillity Says:

    Hi Mik,
    That’s original, very authentic story. Gw jadi ikut merenung, dengan gilanya persaingan dan kemewahan yang hanya cuma sekejap, gw sadar masih ada orang yang punya keinginan sederhana untuk sepotong ayam goreng broiler KFC. It’s not fair but it’s life!

Leave a Reply