Pesemistik atau Re-press Anxiety (Blogdrive: June 23, 2004)

Beberapa kali gw mimpi buruk or gak menyenangkan. Biasanya mimpi-mimpi itu mengenai seseorang yang dekat dengan gw atau tentang gw sendiri (ya iyalah…..masa’ mau mimpiin orang yang gak gw kenal). Dari sekian banyaknya mimpi buruk itu, yang terjadi di dunia nyata justru kebalilkan dari mimpi gw.

Yang bisa gw simpulkan dari hal ini adalah mimpi buruk itu adalah kecemasan-kecemasan atau rasa takut yang di-repress oleh alam bawah sadar gw. Tapi ada satu pertanyaan lagi yang muncul di benak gw. Apakah mimpi-mimpi ini merupakan refleksi karakter gw? Karakter manusia yang pesimistik. Ouch….. gw seperti digampar pake bakiak kalo ternyata gw orangnya pesimistik.

Emang sih, gw bukan orang yang terlalu berani mengambil resiko alias lebih baik menghindari konflik frontal. Sangat bertolak belakang (atau justru berhubungan???) dengan karakter gw yang lain: perfeksionis dan ambisius.

Bicara tentang pesimis dan optimis, gw optimis kalo sales achievement bulan ini bisa nutup sales target gw sampe bulan depan. Tapi gw pesimis bisa berhenti ngerokok. Gw menjadi lebih relaks sewaktu gw lagi tegang ngurusin kerjaan trus gw curi waktu 5 menit buat ngerokok. Sebenarnya yang bikin relaks itu rokoknya atau curi break 5 menitnya?

Leave a Reply