Laksamana Raja Di Laut (Blogdrive: June 27, 2004)
Kemaren gw ketemuan ama temen-temen lama di Plaza Indonesia sesudah meeting panjang dengan boss. Selama ngobrol ngalor ngidul sambil makan di Chopstix, AFI alias Akademi Fantasi Indosiar jadi salah satu topik pembicaraan. Topik yang sepertinya gak bakal habis diomongin. Mulai dari akademia-nya, komentar-komentar dari "juri", penonton, sampe lagu-lagu yang dinyanyikan. Ngobrol sana ngobrol sini akhirnya ketahuan kalo kita bertiga jadi suka lagu Laksamana Raja Di Laut-nya Iyeth Bustami gara-gara dinyanyiin Tia AFI. Heuheuheuheu. Salah satu temen gw, Ida, ternyata punya kasetnya. Waktu gw mo pinjem, dengan juteknya dia bilang: "Sorry, itu lagu kebangsaan gw." Gondok banget gw. Karena panas ati, gw jadi pengen beli kasetnya. Sebenarnya di Plaza Indonesia ada toko kaset, cuma……tengsin!!!
Emang sih…. penyanyi lagu melayu or dangdut sering banget berpenampilan "ajaib". Mungkin pengertian dari kata "ajaib" ini berlaku cuma untuk sebagian dari kita. Tapi buat sebagian yang lain, hal itu adalah sesuatu yang "keren". Dan vice versa pastinya. Apa yang sebagian dari kita bilang "keren", bagi sebagian yang lain mungikin akan menilainya sebagai "ajaib". Insight baru (walaupun ini mestinya udah disadari dari dulu) buat gw bahwa segala sesuatu adalah relatif. Tidak ada yang mutlak atau absolut. Mungkin apa yang gw bilang ini benar. Mungkin juga salah. Jadi….teuteup relatif…..
Malam ini gw kepaksa ngendon di kost gara-gara masuk angin. Sambil menikmati malam minggu di kamar, gw mainkan kasetnya si Iyeth, sementara di kamar sebelah pasang lagu Techno. Gw cuek aja. What’s wrong with dangdut? Bergoyanglah bahu n pinggul gw…
Zapin…..daku dendangkan…..lagu melayu…….
June 21st, 2006 at 10:43 pm
Mik,
Loe masih pake kaset ya? Ha..ha..ha… gua becanda lagi. Gua kira semua orang udah migrasi ke MP3.
Regards
e
April 15th, 2009 at 1:09 am
AKU PUN MASIH PAKAI KASET LA