Archive for February, 2006

Mulut Yang Diare

Sunday, February 26th, 2006

Mulut kita adalah harimau kita. Segala sesuatu yang terucapkan dari mulut bisa berbalik menyerang diri kita sendiri.

Mungkin mulut bisa disamakan dengan anus. Ketika perasaan terserang virus kekecewaan, bagai perut yang terserang amuba, meluncurlah semua. Tidak terkontrol. Layaknya anus yang tidak dapat menahan mencret!

Untuk kesekian kalinya gw gak bisa menutup mulut. Berkoar-koar. Berkaok-kaok. Macam burung gagak yang menganggap dirinya adalah burung kutilang bersuara merdu. Apakah hanya sekedar mencari sebuah pengakuan dari orang lain? Ataukah perwujudan dari kegilaan sesaat karena kemarahan yang terpendam?

Sekarang gw kudu siap untuk menerima cemoohan atas mencret yang gak bisa gw tahan. Big mouth! Tong kosong nyaring bunyinya! Air beriak tanda tak dalam!

Iya deh….gw terima….

Rasain!

Surat buat Bapak dan Ibu

Sunday, February 26th, 2006

Tuhan memang tidak akan pernah memberikan cobaan kepada kita kalau kita tidak sanggup menghadapinya. Satu cobaan dapat dihadapi dengan kepala tegak, cobaan lain yang lebih berat diberikan. Akankah kepala tersebut akan tetap terus tegak? Tetapi ketika kepala mulai lelah dan lunglai, akankah cobaan itu berakhir?

Ketika gw baru saja berdamai dengan hati gw sendiri, gw menghadapi masalah yang begitu besar.  Semua impian dan rencana yang dibuat hancur sudah. Gw merasa menjadi orang yang paling bodoh di dunia karena gw gak mempersiapkan rencana yang lain. Gw gak pernah setakut ini. But show must go on. Tidak ada waktu untuk menyesali bahkan menangisi. Yang harus gw lakukan adalah mengumpulkan serpihan-serpihan yang tersisa dan tetap bertarung. Ada ataupun tidaknya dukungan, gw harus tetap berjalan dan mempertahankan kepala gw untuk tetap tegak.

Bapak dan Ibu, kalian tidaklah salah namun tidak semuanya benar. Saya tahu bahwa kalian menginginkan yang terbaik untuk saya. Kalian hanya ingin menjaga agar saya tidak terluka pada saat jatuh. Namun, bagaimana saya dapat berdiri di atas kaki saya sendiri dan mampu berjalan apabila saya selalu dipegangi dan dituntun? Saya tahu bahwa saya mengambil keputusan terlalu cepat, dan maafkan saya untuk itu. Saya hanya mengharapkan doa dan restu dari kalian. Tidak ada yang lain. Cepat atau lambat, saya buktikan bahwa saya pun benar dan tetap menjadi kebanggaan kalian.

SMART BUT DUMB OR DUMB BUT SMART?

Tuesday, February 21st, 2006

Gw tergelitik dengan satu postingan dari Asst. Director gw. Biar  gak capek nulis, gw copy paste aja. Sila baca.

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya
berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang
pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar
yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang
bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang
untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar
untuk membuatnya.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang
pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah
mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di
atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar
yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang
pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan
pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh
menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata
orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem
Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1)
yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan
ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN:
Mending jadi orang pinter atau orang bodoh?
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?
Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?
Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya
telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.

Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir
pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar
resiko betul-betul kecil. Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang
resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko
tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh.