Desperately Seeking A Significant Other
Sunday, October 16th, 2005Mungkin kalo blog di friendster ini bisa ngomong, dia bakal teriak ke gw: "Capek gw dengerin keluh kesah lo!"
Tapi gw akan bales ke dia: "Suka-suka gw dong! Ini khan salah satu manfaat dari eksistensi lo, blog.
Maaf para blog hopper, kalo isi blog gw adalah keluh kesah gw (walaupun gak semuanya koq). Blog adalah tempat gw untuk mencurahkan semua apa yang ada di hati or di benak gw. Kebetulan aja sekarang lagi tersalib pada masalah hati.
Gw gak mau terkesan putus asa lalu menerima siapa aja yang ingin masuk kedalam hati gw atau hanya yang sekedar ingin tidur dengan gw. Huh! Emangnya gw cowok apaan? Namun gw masih sering terjebak dengan orang-orang yang hanya ingin menikmati kehangatan satu malam saja.
Ada seorang sahabat yang pernah bilang kalo gw kudu bisa menikmati masa single gw with fucking arround. Wow!!! Sounds exciting! Gw gak mau muna. Gw juga suka dengan apa yang dinamakan sex. Beberapa kali gw kudu terlibat satu permainan kucing kucingan or bermain jinak-jinak merpati. Namun ujung-ujungnya ternyata semua itu gak ada artinya karena mereka cuma inginkan kenikmatan sesaat karena udah punya pacar. Muak gw denger: temen tapi mesra. Tai kucing! Kenapa gak bilang dari awal aja kalo cuma mau bobo bareng.
Akhir-akhir ini kejadian ini berulang kembali. Gw kenal dia udah cukup lama. Tapi gw gak terlalu bisa bermanis-manis dengan dia even dia selalu flirting ke gw kalo ketemu. Yang bikin males adalah karena dia udah punya pacar. Tapi anehnya sekarang gw justru mulai dekat dengan dia. Hampir tiap hari ketemuan. Walaupun tidak ada (atau belum ada?) bumbu sex, gw sangat menikmati kebersamaan itu. Saling bercerita dan bercanda. What’s wrong with me? Do I desperately seeking a significant other and just denying my idealism? Atau karena gw begitu merindukan sebuah intimacy?
Apapun itu, gw mencoba untuk menjaga hati ini untuk tidak jatuh padanya. Semoga……..