Questions on Saturday Night
Saturday, September 17th, 2005Gak ada yang pernah mampu untuk bertahan dalam kesendirian. Sekuat apapun dia. Dan hari ini gw berada pada titik terendah. Gw mencoba untuk mengalihkan apa yang gw rasakan dengan nonton serial LOST dari pagi sampai sore setelah janji dengan seorang sahabat untuk ngobrol tiba-tiba harus dibatalkan karena dia ada pengajian yang harus dihadiri. Dan malam ini gw seharusnya ketemu dengan seorang teman, namun sekali lagi gw memang tidak diperbolehkan bertemu dengan siapapun hari ini.
Sering gw dapet complaint dari teman or sahabat yang bilang untuk ketemu gw lebih sulit daripada ketemu presiden (hiperbola banget gak seh?). Bukan karena gw sok sibuk or sok penting. Gw bukan orang yang suka bikin janji di sana sini tapi akhirnya
harus batal karena ada sesuatu yang lebih menarik untuk dijalani atau ditemui. Gw lebih suka bikin janji dengan satu dua orang saja dalam waktu yang berbeda supaya dalam berinteraksi menjai lebih fokus dan berkualitas. Konsekuensi logisnya adalah gw harus siap bahwa gw gak bertemu dengan siapapun. Seorang sahabat bilang bahwa apa yang gw lakukan adalah salah. Gw harus bisa bikin dua janji alias punya backup plan. Jadi kalau salah satu batal, masih ada yang lain. Maaf sahabat, gw bukan tipikal seperti itu.
Pernah juga ada seorang sahabat yang bilang bahwa gw kudu coba telpon or hubungi teman-teman yang lain. Siapa tahu mereka mau ditemuin. Gw menganggap ini lebih baik. Gw coba untuk hubungi teman-teman n sahabat-sahabat gw. Namun kebanyakan merekapun sudah memiliki janji atau acara sendiri. Gw gak mau menggangu mereka dengan memaksa untuk ikutan atau ketemu.
Gw jadi bertanya-tanya. Apa sih yang salah dalam diri gw? Gw memang punya banyak kenalan tapi gw selalu pilih-pilih untuk menjadikan mereka sebagai teman. Gw udah kapok untuk dimanfaatkan. Gw jera untuk ditikam dari belakang. Karakter gw yang cenderung kaku dan committed juga gw pertanyakan. Apakah ini yang bikin gw menjadi kurang fun di mata teman-teman or sahabat-sahabat gw? Ataukah karena gw yang tidak untuk "menjemput bola" dan hanya menunggu untuk diajak? Ataukah gw sudah membakar jembatan antara gw dengan teman-teman or sahabat gw? Ataukah gw tidak membangun jembatan itu? Ataukah karena semua hal yang gw tulis di atas? Ataukah karena hal-hal yang belum gw tulis di atas?
Gw masih belum tahu jawabannya…